REVIEW FILM KOREA: 20TH CENTURY GIRL (2022)

 

REVIEW FILM KOREA: 20TH CENTURY GIRL (2022)


Rate                                   : 7/10

Genre                               : youth, romance, melodrama

Nonton di                      : Netflix

Pemeran                        : Kim You-jung, Byeon Woo-seok, dll.

Review                             :

Yang pertama membuat aku tertarik adalah judul, pemeran, dan trailer-nya hehe. Jadilah setelah film ini rilis di Netflix, langsung aku tonton begitu aku dapat notif kalau filmnya udah bisa ditonton. Aku nonton beberapa menit awal pas aku mau tidur, rasanya pengin bergadang untuk menamatkan film ini. Buat aku, opening-nya bagus jadi menarik penonton buat lanjut nonton untuk mencari tahu ada apa sih sama film ini.

Keberjalanan ceritanya bagus. Ketika ternyata si Yeon-doo salah sangka mengira Woon-ho adalah Hyun-jin dan begitu sebaliknya, aku tertarik tapi juga merasa ah klise nih filmnya wkwk. Walaupun seperti itu, tetap aku lanjutin buat nonton. Dari segi cerita, menurut aku film ini awalnya bagus dan pas satu misteri besarnya terpecahkan, film ini tetap bagus. Ending-nya sih menurut aku yang maksa banget buat jadi melodrama.

Nostalgia masa-masa abad ke-20 itu menarik, ketika komunikasi masih enggak segampang zaman sekarang. Secara keseluruhan, menurut aku ceritanya bagus. Cuma ending-nya ini lho wkwk. Karakter Poong Woon-ho di sini juga enggak begitu dijabarkan sepanjang cerita. Ada sih cerita asal-usul dia di Korea dan adiknya di Selandia Baru. Cuma itu aja. Jadi, menurut aku karakter Woon-ho flat gitu rasanya. Padahal kan dia termasuk ke bagian misteri besar di film ini.

Tanda tanya di kepala aku setelah tamat menonton film ini adalah kenapa Woon-ho kerja part-time ketika kayaknya dia dari keluarga yang berada gitu. Kenapa karakter Woon-ho kayak dipaksain banget buat ending di film ini?

Selain itu, menurut aku film ini bagus. Saran aku, nonton sampai Bo-ra kuliah aja udah cukup, enggak usah nonton sampai filmnya selesai banget wkwk. Padahal aku tipe yang suka genre melodrama lho, tapi pas nonton film ini tuh kayak ... ah klise gitu rasanya. Terlalu memaksakan juga ending-nya dibikin begitu. But, overall it’s enough to be a good and light movie.

Komentar

Postingan Populer