REVIEW FILM: SUZUME (2022)

 

REVIEW FILM: SUZUME (2022)

 

Rate                                    : 9/10

Genre                                 : adventure

Nonton di                         : XXI

Review                               :

Film ini adalah film animasi pertama yang aku tonton dan aku enggak menyesal, meskipun awalnya pas diajak nonton tuh aku kayak enggak mau karena bukan my cup of tea. Mungkin emang dasarnya aku suka dan menikmati setiap tontonan aku, jadi film ini meskipun animasi—enggak seperti tontonan aku biasanya—tetap film ini bagus banget dan aku enggak menyesal udah nonton ini, bahkan pengin aku tonton lagi dan nontonin film lain dari pembuatnya film Suzume ini.

Pertama yang aku suka itu idenya. Idenya tuh bukan yang ngasal karena ini animasi jadi ya terserah fantasi dan imajinasi pembuatnya gitu. Dengan ide yang lumayan realistis, tapi juga dipadukan sama fantasi. Kok bisa gitu pembuatnya berpikir ke arah sana dan bagus banget. Menyambungkan antara bahasan gempa bumi sama kabut merah kayak cacing raksasa yang muncul dari pintu misterius di beberapa tempat di Jepang.

Menurut aku, alurnya lumayan cepat. Di film ini ceritanya ada banyak pintu misterius di tempat yang berbeda di Jepang, yang kalau dibuka nanti bakal ada bencana. Menariknya lagi, buat menutup pintu misterius itu tuh semakin menuju akhir film cara yang diperlukan tuh makin susah. Jadi, menurut aku itu tuh bagus banget karena enggak monoton. Bahkan, meskipun akhirnya selalu berhasil tapi ada yang berbeda gitu lho. Aku suka banget!

Film ini ringan, tapi makin ditonton jadi makin butuh mikir duluKayak ada plot twist, tapi enggak begitu twisted sih cuma ya karena adanya plot itu jadinya butuh mikir bentar gitu. Yang aku suka lagi, di film ini tuh banyak adegan komedinya. Jadi, enggak monoton ke cerita romansa dan bencana yang bikin deg-degan, tapi juga ada kocaknya.

Minusnya menurut aku, ceritanya di awal tuh terlalu cepat. Tiba-tiba Suzume bolos sekolah demi ke tempat yang ditanyakan sama Souta. Menurut aku, itu terlalu mendadak buat dia langsung ke inti permasalahannya. Selain itu, pas scene menuju akhir menurut aku agak bertele-tele. Adegannya cukup menjelaskan, cuma kayak butuh waktu agak lama gitu. Mungkin karena awalnya pace-nya cepat ya, terus pas tiba-tiba melambat jadi kerasa.

Kayaknya begitu aja deh. Udah lumayan panjang juga review-nya.

Terima kasih sudah membaca ^^

 

Komentar

Postingan Populer